Pramono hadir di Festival Bandeng, siap bayar bandeng terbesar! Saksikan keseruan kuliner dan momen seru di festival ini. Festival Bandeng kembali memeriahkan suasana kota dengan berbagai lomba dan sajian kuliner khas. Salah satu momen Panduan Wisata, Trip, dan Destinasi Seru paling menarik adalah hadirnya Pramono, yang menantang pedagang untuk mencari bandeng paling besar dan siap menanggung biayanya. Aksi ini tidak hanya menambah keseruan festival, tetapi juga memikat perhatian pengunjung dan media. Festival Bandeng menjadi ajang untuk menikmati kuliner, berinteraksi dengan masyarakat, dan menyaksikan kejutan-kejutan seru yang hanya terjadi di perayaan kuliner tahunan ini. Pramono Anung Hadir Di Festival Bandeng Rawa Belong Gubernur Jakarta, Pramono Anung, hadir dalam Festival Bandeng Rawa Belong 2026 yang digelar di Jalan Sukabumi Utara, Jakarta Barat, Sabtu, 14 Februari 2026. Kehadirannya langsung menjadi sorotan pengunjung dan media yang meliput acara. Selama berkeliling, Pramono meninjau tenda-tenda pedagang yang menjual bandeng dengan berbagai ukuran. Ia juga berinteraksi dengan pedagang sambil menanyakan ikan bandeng terbesar yang tersedia di festival. Momen ini menambah semarak pembukaan festival. Kehadiran tokoh publik seperti Pramono memberikan energi positif bagi pedagang, sekaligus menarik perhatian masyarakat untuk turut menyaksikan kegiatan kuliner tahunan ini. Membeli Bandeng Terbesar Dengan Bobot 14,5 Kg Setelah meninjau lapak-lapak, Pramono memutuskan membeli bandeng terbesar di festival, yang memiliki bobot mencapai 14,5 kilogram. Ikan ini dijual dengan harga sekitar Rp 60.000–65.000 per kilogram. Pramono tampak santai dan bercanda dengan pedagang ketika menanyakan ukuran bandeng. “Cariin yang paling gede, berapa kilo itu?” ujarnya, menambah suasana akrab di lokasi acara. Tak lama kemudian, ia memastikan pembayaran ikan dilakukan sendiri. Dengan senyum lebar, Pramono mengatakan, “Ya, udah saya bayarin. Nanti kasih ke Bu Wali biar dimasakin,” yang disambut tawa pengunjung dan pedagang. Baca Juga: Danau Poso: Permata Tersembunyi Sulawesi Tengah dengan Air Jernih Memukau Suasana Pedagang Dan Keramaian Festival Festival Bandeng tahun ini menampilkan puluhan pedagang yang berjejer sepanjang kurang lebih 500 meter di sisi jalan. Tenda-tenda putih membentang rapi, menawarkan bandeng dengan berbagai ukuran dan kualitas. Pengunjung dapat menyaksikan proses penjualan, berinteraksi langsung dengan pedagang, dan memilih ikan bandeng sesuai preferensi. Kegiatan ini menjadi ajang hiburan sekaligus promosi kuliner lokal Jakarta Barat. Keramaian meningkat saat Pramono berjalan menuju panggung utama. Masyarakat berdesakan untuk melihat langsung aksi gubernur, sehingga festival terasa lebih hidup dan interaktif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dampak Kehadiran Pramono Terhadap Arus Lalu Lintas Meskipun festival digelar di ruas Jalan Sukabumi Utara yang masih dapat dilintasi kendaraan, kehadiran Pramono sempat membuat arus lalu lintas padat sepanjang sekitar 500 meter hingga Kampus Bina Nusantara (Binus). Pengunjung dan pengendara mobil harus bersabar karena banyak orang berhenti untuk menyaksikan gubernur atau berfoto di dekat panggung dan tenda pedagang. Petugas lalu lintas tampak berjaga untuk mengatur arus kendaraan dan keamanan pengunjung. Situasi ini menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat terhadap Festival Bandeng. Kehadiran pejabat tinggi menambah daya tarik festival, sekaligus menjadi momen bagi warga untuk berinteraksi dengan tokoh publik. Harapan Dan Sambutan Di Pembukaan Festival Hingga berita ini ditulis, acara pembukaan Festival Bandeng masih berlangsung. Pramono dijadwalkan memberikan sambutan resmi yang menekankan pentingnya pelestarian kuliner lokal dan dukungan terhadap pedagang. Festival Bandeng tidak hanya menampilkan ikan, tetapi juga menjadi ajang promosi budaya dan kuliner Jakarta Barat. Kegiatan ini diharapkan mendorong minat masyarakat terhadap kuliner tradisional, sekaligus memperkuat ekonomi lokal. Acara ini menjadi bukti bahwa festival kuliner bisa menggabungkan hiburan, promosi budaya, dan interaksi sosial. Kehadiran tokoh publik seperti Pramono semakin memperkuat semangat masyarakat untuk menjaga tradisi sekaligus menikmati keseruan festival. Sumber Informasi Gambar: Gambar Pertama dari cnnindonesia.com Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com Post navigation Disneyland, Dunia Magis Yang Membawa Setiap Pengunjung Ke Petualangan Tak Terlupakan