Pontianak Heboh! Festival Cap Go Meh Dibuka, 55 Stan Kuliner Ramaikan Jalan DiponegoroPontianak Heboh! Festival Cap Go Meh Dibuka, 55 Stan Kuliner Ramaikan Jalan Diponegoro

Pontianak meriah! Festival Cap Go Meh resmi dibuka, 55 stan kuliner siap manjakan lidah pengunjung di Jalan Diponegoro.

Pontianak Heboh! Festival Cap Go Meh Dibuka, 55 Stan Kuliner Ramaikan Jalan Diponegoro

Festival Cap Go Meh di Pontianak resmi digelar! Simak di Panduan Wisata, Trip, dan Destinasi Seru Jalan Diponegoro dipenuhi 55 stan kuliner yang menggoda selera, membuat pengunjung tak sabar menjelajahi setiap hidangan. Suasana meriah, warna-warni budaya, dan aroma makanan khas siap memanjakan mata dan lidah Anda.

Festival Cap Go Meh Pontianak Resmi Dibuka

Rangkaian Festival Cap Go Meh di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, resmi dibuka pada Rabu (25/2/2026) malam. Jalan Diponegoro langsung dipenuhi pengunjung yang antusias menyaksikan berbagai atraksi budaya dan kuliner.

Suasana meriah terlihat dari lampu-lampu hias yang menggantung di sepanjang jalan, aroma berbagai kuliner bercampur dengan percakapan pengunjung, serta alunan musik tradisional yang menemani langkah setiap pengunjung.

Festival ini akan berlangsung hingga 3 Maret 2026, menghadirkan 55 stan kuliner dan produk lokal, termasuk jajanan tradisional, minuman khas Pontianak, dan inovasi kuliner modern yang memikat pengunjung dari berbagai kalangan.

Keberagaman Dan Harmoni Kota Pontianak

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan sekadar festival tahunan, melainkan cerminan keberagaman dan toleransi yang terus dijaga kota.

Edi menjelaskan bahwa tradisi dan budaya menjadi aset berharga, sekaligus menunjukkan Pontianak sebagai kota yang memberi ruang bagi semua warga untuk berkarya dan mengekspresikan identitas budaya masing-masing.

Kehadiran pengunjung dari berbagai etnis dan agama menegaskan nilai toleransi. Festival ini juga menjadi sarana interaksi sosial yang hangat, membangun rasa kebersamaan di tengah keramaian dan kesibukan kota.

Baca Juga: Theme Park Favorit Bali Hadirkan Payday Fun Sale, Jangan Sampai Ketinggalan!

Penyesuaian Festival Selama Ramadhan

 Penyesuaian Festival Selama Ramadhan 700

Tahun ini, Cap Go Meh bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga panitia melakukan penyesuaian jadwal pertunjukan, rute arakan, dan waktu operasional stan kuliner agar tetap selaras dengan aktivitas ibadah masyarakat.

Atraksi budaya, pertunjukan musik, dan stan kuliner diatur agar pengunjung dapat menikmati festival tanpa mengganggu waktu ibadah. Penyesuaian ini mencerminkan kepedulian panitia terhadap harmoni sosial dan kenyamanan pengunjung.

Selain itu, Edi menekankan bahwa festival juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Kuliner lokal dan produk kreatif dipromosikan, meningkatkan ekonomi lokal sekaligus menarik wisatawan, sehingga festival bukan sekadar hiburan tapi juga peluang ekonomi.

Ritual Sakral Dan Puncak Arakan Naga

Salah satu agenda penting adalah ritual “buka mata” yang digelar pada 1 Maret 2026 di Klenteng Kwang Tie Bio. Puluhan naga mengikuti prosesi sakral, membersihkan diri dan mendapatkan berkah sebelum tampil di ruang publik.

Puncak festival, arakan Naga Bersinar, akan digelar malam 3 Maret 2026. Rute pertunjukan dibuat lebih singkat agar kegiatan selesai sebelum tarawih, sekaligus menjaga kenyamanan umat Muslim yang menjalankan ibadah.

Ketua panitia, Hendri Pangestu Lim, menjelaskan bahwa penyesuaian ini merupakan bentuk saling menghormati antarumat beragama. Sambil memastikan festival tetap menarik, aman, dan penuh makna bagi pengunjung.

Kuliner, Hiburan Dan Aktivitas Pengunjung

Jalan Diponegoro dipenuhi 55 stan kuliner dan produk lokal yang menampilkan berbagai hidangan khas Pontianak. Pengunjung dapat mencicipi kue tradisional, minuman khas, hingga kreasi kuliner modern yang memanjakan lidah.

Selain kuliner, festival juga menawarkan hiburan musik, tarian tradisional, atraksi naga, dan berbagai spot foto yang instagramable, membuat warga dan wisatawan dari luar daerah antusias berpartisipasi.

Panitia menekankan keamanan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi prioritas. Penempatan stan, jalur pejalan kaki, pengawasan protokol, dan tim keamanan diatur rapi, sehingga festival dapat berlangsung lancar, aman, dan menyenangkan bagi semua kalangan.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari regional.kompas.com
  • Gambar Kedua dari tkppontianak.com

By Olivia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *